Kuliah Sambil Kerja: Worth It atau Bikin Burnout?
Fatih Kost - Fenomena kuliah sambil kerja bukan hal baru. Tapi belakangan ini, jumlah mahasiswa yang memilih jalur ini semakin meningkat. Alasannya beragam: ingin mandiri secara finansial, membantu orang tua, menambah pengalaman, atau sekadar ingin produktif.
Namun pertanyaannya tetap sama: kuliah sambil kerja itu worth it, atau justru bikin burnout?
Jawabannya tidak hitam putih. Semua tergantung bagaimana kamu menjalaninya.
Kenapa Banyak Mahasiswa Memilih Kuliah Sambil Kerja?
Ada beberapa alasan utama kenapa mahasiswa memutuskan untuk bekerja di sela-sela kuliah:
![]() |
1️⃣ Faktor Ekonomi
Tidak semua mahasiswa punya privilege finansial yang cukup. Bekerja jadi solusi untuk membayar kos, makan, atau bahkan uang kuliah.
2️⃣ Ingin Pengalaman Lebih Cepat
Dunia kerja seringkali menuntut pengalaman. Banyak mahasiswa sadar bahwa IPK saja tidak cukup.
3️⃣ Ingin Mandiri
Ada kepuasan tersendiri ketika bisa menghasilkan uang sendiri tanpa sepenuhnya bergantung pada orang tua. Dari sisi ini, kuliah sambil kerja terlihat sangat positif.
Manfaat Kuliah Sambil Kerja
Kalau dijalani dengan tepat, ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan:
✅ Manajemen Waktu Lebih Terlatih
Mahasiswa yang bekerja biasanya lebih disiplin karena waktu mereka terbatas.
✅ Skill Dunia Kerja Lebih Siap
Kamu sudah terbiasa dengan tekanan, deadline, dan komunikasi profesional.
✅ Relasi Lebih Luas
Jaringan kerja yang dibangun sejak kuliah bisa sangat berguna setelah lulus.
✅ Punya Penghasilan Sendiri
Setidaknya kamu bisa meringankan beban biaya hidup. Dalam kondisi ideal, kuliah sambil kerja bisa jadi “fast track” menuju dunia profesional.
Tapi… Risiko Burnout Itu Nyata
![]() |
Tugas kuliah menumpuk
Deadline kerja bersamaan dengan ujian
Kurang tidur
Tidak punya waktu istirahat
Gejalanya bisa berupa:
Lelah berkepanjangan
Mudah emosi
Kehilangan motivasi
Nilai akademik menurun
Tips Aman Kuliah Sambil Kerja Tanpa Burnout
Kalau kamu sedang atau ingin menjalani keduanya, perhatikan beberapa hal ini:
1. Pilih Pekerjaan yang Fleksibel
Usahakan memilih kerja part-time atau freelance dengan jam yang bisa disesuaikan.
2. Prioritaskan Akademik
Ingat, status utamamu tetap mahasiswa. Jangan sampai pekerjaan mengorbankan kelulusan.
3. Jaga Waktu Istirahat
Kurang tidur adalah pintu masuk burnout paling cepat.
4. Kenali Batas Diri
Tidak semua orang punya kapasitas yang sama. Kalau mulai terasa kewalahan, evaluasi.
5. Evaluasi Setiap Semester
Tidak Semua Orang Harus Kuliah Sambil Kerja
Kadang kita merasa tertinggal saat melihat teman sudah kerja sambil kuliah. Padahal setiap orang punya kondisi berbeda. Kalau kondisi finansial aman dan kamu ingin fokus membangun IPK atau organisasi, itu juga pilihan yang valid.
Jangan memaksakan diri hanya karena tren. Keseimbangan adalah Kunci. Kuliah sambil kerja bisa jadi pengalaman luar biasa yang membentuk mental dan kariermu lebih cepat. Tapi jika tidak diatur dengan baik, bisa menguras energi dan membuatmu kehilangan fokus utama.


Komentar
Posting Komentar