8 Tips Budgeting Untuk Mahasiswa Baru Yang Merantau

8 Tips Budgeting - Menjadi mahasiswa baru sekaligus anak rantau itu rasanya campur aduk. Antara bangga karena resmi jadi bagian dari kampus impian, dan deg-degan karena untuk pertama kalinya harus mengatur hidup—termasuk keuangan—sendiri.
Uang bulanan dari orang tua bukan sekadar angka yang masuk rekening. Itu adalah “napas” untuk makan, transportasi, kebutuhan kuliah, sampai kebutuhan tak terduga. Kalau salah atur, tanggal tua bisa terasa seperti ujian hidup tambahan.
Supaya kamu tidak mengalami drama kehabisan uang sebelum akhir bulan, yuk simak 8 tips budgeting berikut ini. Santai saja bacanya, anggap ini obrolan dari teman yang sudah lebih dulu merantau 😉
1. Catat Semua Pemasukan dan Pengeluaran (Sekecil Apa Pun)
Langkah pertama yang sering diremehkan: mencatat.
Banyak mahasiswa merasa uangnya “tiba-tiba habis”. Padahal kalau ditelusuri, pengeluaran kecil seperti jajan kopi, pesan makanan online, atau biaya parkir bisa menumpuk tanpa terasa. Gunakan aplikasi keuangan di ponsel atau cukup catatan sederhana. Tulis:
Uang bulanan dari orang tua
Beasiswa (jika ada)
Pengeluaran makan
Transportasi
Kebutuhan kuliah
Nongkrong dan hiburan
Dengan mencatat, kamu jadi tahu ke mana uangmu pergi.
2. Buat Anggaran Bulanan yang Realistis
Setelah tahu pola pengeluaran, saatnya membuat anggaran.
Misalnya:
40% untuk makan
20% untuk kebutuhan kuliah
20% untuk tabungan
10% transportasi
10% hiburan
Ini bukan angka kaku, ya. Sesuaikan dengan kebutuhanmu. Yang penting, kamu punya batasan. Jangan sampai pengeluaran hiburan lebih besar dari biaya makan. Budgeting itu bukan menyiksa diri, tapi menjaga agar hidup tetap stabil.
3. Prioritaskan Kebutuhan, Bukan Keinginan
Ini klasik, tapi krusial.
Sepatu baru diskon? Menarik.
Nongkrong setiap malam? Seru.
Upgrade gadget padahal masih berfungsi? Menggoda.
Tapi sebagai mahasiswa rantau, kamu harus belajar bertanya:
“Ini kebutuhan atau cuma keinginan?”
Kebutuhan itu seperti makan, buku kuliah, pulsa internet, dan biaya akademik. Keinginan bisa ditunda. Disiplin di tahap ini akan menyelamatkanmu dari drama akhir bulan.
4. Masak atau Pilih Makan yang Lebih Hemat
Pengeluaran terbesar mahasiswa biasanya ada di makan. Bukan berarti kamu harus hidup dengan mie instan setiap hari. Justru itu berbahaya untuk kesehatan. Coba atur strategi:
Sarapan sederhana di tempat tinggal
Pilih warung makan langganan yang harganya bersahabat
Kurangi pesan makanan online
Kalau lingkungan tempat tinggal mendukung (misalnya tersedia dapur bersama atau area makan nyaman), kamu bisa jauh lebih hemat dan tetap sehat.
5. Sisihkan Tabungan di Awal, Bukan di Akhir
Kesalahan umum mahasiswa baru adalah menabung dari “sisa uang”. Padahal sering kali tidak ada sisa.
Coba ubah pola pikirnya. Begitu uang bulanan masuk, langsung sisihkan minimal 10–20% untuk tabungan. Anggap saja itu bukan uang yang bisa diganggu gugat. Tabungan ini penting untuk:
Keperluan mendadak
Tiket pulang kampung
Biaya organisasi atau kegiatan kampus
Kondisi darurat
Percaya deh, rasa aman karena punya simpanan itu menenangkan.
6. Manfaatkan Fasilitas Kampus Secara Maksimal
Sebagai mahasiswa, kamu punya banyak akses yang sebenarnya bisa menghemat pengeluaran.
Contohnya:
Perpustakaan kampus untuk buku referensi
WiFi kampus untuk mengurangi kuota pribadi
Kegiatan gratis dari organisasi
Daripada mengeluarkan uang tambahan, manfaatkan fasilitas yang sudah tersedia. Selain hemat, kamu juga jadi lebih produktif.
7. Hindari Gaya Hidup “Ikut-ikutan”
Ini jebakan paling sering dialami mahasiswa baru.
Teman beli barang baru, kamu merasa perlu.
Teman nongkrong di tempat mahal, kamu ikut.
Teman liburan dadakan, kamu tidak enak menolak.
Ingat, kondisi keuangan setiap orang berbeda. Jangan sampai kamu memaksakan diri hanya demi terlihat “selevel”. Teman yang baik akan mengerti kalau kamu berkata, “Aku lagi hemat dulu ya.”
8. Evaluasi Keuangan Setiap Akhir Bulan
Budgeting bukan sekali buat lalu selesai. Di akhir bulan, luangkan waktu 10–15 menit untuk mengevaluasi:
Apakah ada pengeluaran berlebihan?
Pos mana yang paling boros?
Apakah target tabungan tercapai?
Dari sini kamu bisa memperbaiki strategi bulan berikutnya. Sedikit demi sedikit, kamu akan semakin pintar mengatur uang.
Mandiri Itu Proses, Bukan Instan
Merantau bukan hanya soal pindah kota, tapi juga belajar mandiri—termasuk dalam mengelola keuangan. Tidak apa-apa kalau di bulan pertama masih “kaget”. Semua orang pernah di fase itu. Yang penting, kamu mau belajar dan memperbaiki diri.
Dengan budgeting yang rapi, lingkungan tinggal yang nyaman, dan pola hidup yang teratur, masa kuliahmu bisa lebih fokus dan tenang. Tidak ada lagi panik tanggal tua, tidak ada lagi drama kehabisan uang sebelum waktunya.
Semoga 8 tips ini bisa jadi pegangan buat kamu yang baru memulai perjalanan sebagai mahasiswa rantau. Tetap semangat, atur uang dengan bijak, dan nikmati prosesnya 🚀
Kalo kamu mau tau lebih lanjut tentang hal yang harus dilakukan mahasiswa di awal perkuliahan nya, kamu bisa langsung baca artikel selengkapnya disini. Dan bagi Anda yang ingin berinvestasi kami menawarkan rekomendasi Rumah Kost Premium, untuk selengkapnya langsung klik disini yaa.
Komentar
Posting Komentar